Laman

Kamis, 10 Maret 2011

NERACA PEMBAYARAN

NERACA PEMBAYARAN

A. Pendahuluan

Neraca pembayaran suatu Negara sangat menentukan keadaan perekonomian Negara tersebut. Indonesia merupakan negara membangun yang perekonomiannya masih bersifat terbuka, yang artinya masih rentan terhadap pengaruh dari luar. Oleh karena itu perlu adanya fundasi yang kokoh yang dapat membentengi suatu negara agar tidak sepenuhnya dapat terpengaruh dari dunia luar, seperti apa yang terjadi pada 10 tahun yang silam ketika negara Thailand mulai menunjukkan gejala krisis, orang umumnya percaya bahwa Indonesia tidak akan bernasib sama. Fundamental ekonomi Indonesia dipercaya cukup kuat untuk menahan kejut eksternal akibat kejatuhan ekonomi Thailand. Tetapi ternyata guncangan keuangan yang sangat hebat dari negara Thailand ini berimbas kepada perekonomian Indonesia, kekacauan dalam perekonomian ini menjadi awal dan salah satu faktor penyebab runtuhnya perekonomian Indonesia termasuk terjebaknya Indonesia ke dalam dilema utang luar negeri. Selain faktor dari luar, salah satu penyebab krisis yang terjadi di Indonesia juga berasal dari dalam negeri, yaitu proses integrasi perkonomian Indonesia ke dalam perekonomian global yang berlangsung dengan cepat dan kelemahan fundamental mikroekonomi yang tercermin dari kerentanan sektor keuangan nasional, khususnya sektor perbankan, dan masih banyak faktor-faktor lainnya yang berperan menciptakan krisis di Indonesia.Krisis keuangan di Thailand menyebar secara cepat ke Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, karena pasar keuangan global, maka pasar keuangan domestik juga dengan cepat telah ikut terpengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada saat itu. Krisis ekonomi telah membawa dampak yang serius terhadap perekonomian Indonesia, yang menimbulkan stagflasi dan instabilisasi perekonomian.



Penyebab utama terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, juga sebagian negara-negara di ASEAN, adalah ketimpangan neraca pembayaran internasional. Defisit current account ditutup dengan surplus capital account, terutama dengan modal yang bersifat jangka pendek (portofolio invesment), yang relatif fluktuatif. Sehingga, apabila terjadi rush akan mengancam posisi cadangan devisa negara, akhirnya akan mengakibatkan terjadinya krisis nilai tukar mata uang nasional terhadap valuta asing. Hal inilah yang menyebabkan beban utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah, bertambah berat bila dihitung berdasarkan mata uang rupiah.


1. NERACA PEMBAYARAN (BOP)

Neraca pembayaran adalah catatn sistematis dari semua transaksi ekonomi internasional seperti pinjaman,perdagangan,investasi yang selama ini terjadi antara penduduk dalam negeri suatu Negara dengan penduduk Negara lain selama jangka waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dalam dolar AS.Oleh karena itu BOP sangat berguna karena dapat menunjukkan stuktur dan komposisi transaksi ekonomi serta posisi keuangan internasional dari suatu Negara.Lembaga keuangan internasional menggunakan BOP sebagai slah satu inikator dalam mempertimbangkan pemberian bantuana kepada suatu Negara.Selain itu BOP juga merupakan indicator fundamental ekonomi dari suatu Negara sebagi variable ekonomi makro seperti suku bunga,inflasi,laju pertumbuhan PDB

• BOP terdiri atas tiga saldo antara lain :

a) Neraca transaksi berjalan (TB)
Jumlah saldo dari neraca perdagangan(NP) yang mencatat ekspor (X) dan impor (M) barang neraca jasa(NJ), yang mencatat X dan M jasa termasuk pendapatan dan bunag deposito,transfer keuntungan bagi investor asing,pembayaran bunga utang luar negeri dan kiriman uang masuk dari TKI Indonesia.TB digunakan untuk fasilitas khusus dari IMF yang disebut SDRs (Special Drawing Rights).


b) Neraca modal (CA)
Neraca yang mencatat arus modal (K) jangka pendek dan jangka panjang masuk dan keluar terdiri dari modal pemerintah neto serta lalu lintas modal swasta.Modal pemerintah neto adalah selisih antara pinjaman baru yang di dapat dari luar negeri dan pelunasan utang pokok pada periode sebelumnya sudah jatuh tempo.Modal swasta neto adalah selisih antara dana investasi yang masuk pinjaman luar negeri dan pelunasan utang pokok swasta dan dana luar negeri.

c) Neraca moneter (MA)
Neraca yang mencatat perubahan devisa berdasarkan transaksi arus devisa yang masuk ked an keluar dari suatu Negara dalam suatu periode tertentu.




• Neraca pembayaran Indonesia

Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) turun hingga US$1,2 miliar sepanjang triwulan II 2010. Kondisi tersebut lantaran nilai transaksi berjalan serta transaksi modal dan finansial dalam periode tersebut lebih kecil jika dibanding dengan triwulan I 2010.

Dilansir situs resmi Bank Indonesia (BI), NPI mencatat surplus sebesar US$5,4 miliar pada triwulan II. Pada triwulan sebelumnya, surplus NPI mencapai US$6,621 miliar.

Perolehan surplus NPI pada triwulan lalu ditopang oleh kinerja neraca perdagangan nonmigas, neraca perdagangan gas, dan neraca transfer berjalan. Kinerja ekspor nonmigas mampu melampaui kenaikan impor nonmigas karena didukung oleh berlanjutnya proses pemulihan ekonomi dunia.
Meski demikian, surplus transaksi berjalan kali ini, yaitu US$1,834 miliar, lebih rendah daripada surplus triwulan sebelumnya yang mencapai US$2,1 miliar. Hal itu disebabkan meningkatnya defisit pada neraca perdagangan minyak dan neraca pendapatan.

Impor minyak mengalami kenaikan signifikan akibat konsumsi BBM yang meningkat mengikuti akselerasi pertumbuhan ekonomi domestik. Sementara itu, kenaikan defisit neraca pendapatan lebih banyak bersifat musiman sesuai dengan jadwal pembayaran dividen dan bunga utang luar negeri.

Transaksi modal dan finansial selama triwulan II 2010 surplus US$3,3 miliar atau turun dari posisi US$4,274 miliar pada triwulan sebelumnya. Turunnya surplus lantaran imbas negatif dari krisis utang di Eropa yang mengerem arus masuk investasi portofolio ke Tanah Air.

Kendati begitu, terdapat kenaikan penarikan utang luar negeri oleh korporasi dan penarikan simpanan penduduk di luar negeri juga sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan valuta asing dan kegiatan investasi di dalam negeri. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah cadangan devisa pada akhir triwulan II 2010 bertambah menjadi US$76,3 miliar atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.










2. PRODUK DOMESTIK BRUTO(GDP)


Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

 PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak.

• PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu :

 pendekatan pengeluaran : PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor - impor
 pendekatan pendapatan : PDB = sewa + upah + bunga + laba

• keterangan :
pendekatan pengeluaran : konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.
Pendekatan pendapatan : sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.



3. PRODUK NASIONAL BRUTO (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.



 Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri - hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri.




4. PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.

• Pendapatan perkapita Indonesia

Pendapatan per kapita 2010 diperkirakan naik sekitar US$3.000 atau Rp27 juta per tahun.
kenaikan itu disebabkan dua factor :

 pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar enam persen atau lebih, yang pada gilirannya akan meningkatkan PDB. Dampaknya akan lebih bagus jika pertumbuhan PDB lebih cepat dibanding laju pertumbuhan penduduk.

 karena apresiasi rupiah. Hitungan pendapatan per kapita selama ini didasarkan pada kurs dolar. "Karena kita harus konversi dolar berdasarkan kurs, ada windfall juga,"
target pertumbuhan ekonomi pemerintah di tahun 2011 sebesar 6,4 persen bukan hanya bisa dicapai, bahkan dapat dilampaui. Jika momentum pertumbuhan terus dijaga.



 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen jika memenuhi antara lain :

a. pembangunan infrastruktur,
b. iklim usaha yang baik,
c. ekonomi dunia tidak membawa pengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia.
d. makin bergairahnya perekonomian nasional akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan per kapita.

B. Kesimpulan

Neraca pembayaran Indonesia tahun ini cukup solid untuk mengimbangi investasi asing yang portofolio.Perekonomian Indonesia tidak mengalami resiko terlalu besar dalam derasnya arus investasi portofolio.walaupun ditahun sebelumnya neraca pembayaran Indonesia mengalami deficit yang sangat tinggi yaitu kebanyakan dana keluar untuk surat utang Negara,membayar bunga utang negara dan perdangan minyak yang sangat pesat mengakibatkan Indonesia harus mengimpor BBM untuk memnuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Pendapata perkapita Indonesia juga belum mencapai target yang diinginkan karena Indonesia Negara kepulauan sangat bervariasi pekerjaan dan pendapatan yang mereka dapat sehari-hari. Jadi msalah masalah neraca pembayaran yang selalu nmengalami deficit harus diselesaikan satu persatu tanpa harus menambah masalah utang Indonesia kepada luar negeri.Serta masalah pendapatan perkapita maupun pendapatan yang lainnya Indonesia masih perlu menata perekonomian dan perhatian bagi pemerintah untuk lebih mensejahterahkan warga Indonesia sekarang dan yang akan datang.












DAFTAR PUSTAKA :

 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17252/5/Chapter%20I.pdf
 http://bisnis.vivanews.com/news/read/197429-mengapa-pendapatan-per-kapita-indonesia-naik-
 www.wikipedia.com
 Perekonomian Indonesia Dr.Tulus T.H.Tambunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar