Laman

Selasa, 27 November 2012

PENERAPAN EKONOMI HIJAU DI MASYARAKAT (BI-01-SS-12)

Ekonomi hijau adalah ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial dengan cara menghilangkan dampak negative dalam rangka menumbuhkan ekonomi.Penerapan ekonomi hijau yang langsung di masyarakat dengan melakukan kegiatan yang tidak merusak alam tetapi memanfaatkan alam dengan teknik yang tidak berdampak buruk untuk lingkungan.Menimbulkan banyak emisi dan polusi lingkungan, hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam, keanekaragaman hayati dan energi dengan prinsip pemanfaatan berkeadilan sosial.Pertumbuhan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru bersumber dari investasi pemerintah dan swasta dengan menerapkan prinsip perekonomian yang berkelanjutan yang rendah karbon dan berkeadilan. Oleh karena itu, sebenarnya investasi hijau perlu didukung oleh dana publik.Tetapi, agar investasi tersebut tepat sasaran dengan upaya kita menciptakan kesejahteraan sesuai Target Pembangunan Milenium (MDGs), maka upaya yang harus pertama dilakukan adalah reformasi birokrasi kebijakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengarah pada pengembangan dan penerapan ekonomi hijau.Kemudian banyak sekali organisasi nirlaba lingkungan mulai memberikan perhatian dan mulai memberikan dukungan terhadap konsep ekonomi hijau ini.Dalam situsnya Conservation International organisasi ini melansir ada enam prinsip ekonomi hijau yang perlu dikembangkan yaitu : 1. bagaimana kita mengamankan masalah pangan, 2. air, 3. iklim, 4. spesies, 5. budaya/adat 6. energi. Salah satu yang terpenting diterapkan ekonomi hijau seperti air Hampir semua keperluan manusia memerlukan air seperti untuk sanitasi, industri minuman, pertanian, banyak tenaga listrik, bahkan pengembangan turisme dan lainnya. Tetapi, kita berpikir yang sama bahwa air akan ada terus sepanjang masa dan hanya memerlukan pengelolaan yang baik atau anggapan ini sering disebut dengan tragedy of common.Anggapan seperti ini memang tidak begitu salah, tetapi kenyataannya banyak di antara teman-teman di desa bahkan di kota merasakan kekurangan air.Memang betul hujan selalu ada dan tersedia di musimnya, tetapi kita lupa juga bahwa tanpa ada tumbuhan yang dapat menyimpan air dalam tanah, air mengalir saja ke laut; sehingga air pun tidak ada lagi pada musim kemarau. Akibatnya bukan hanya petani kita kekurangan air, industri mengalami kesulitan karena air sebagai bahan baku, juga kita mengalami kesulitan untuk keperluan sanitasi.Secara global, air menjadi lebih langka dan telah dilansir oleh UNEP sebagai hal yang sangat perlu ditangani dengan baik, bukan hanya untuk keperluan lokal, tetapi juga global. Kelangkaan air ini tampak terlihat dari seringnya kegagalan panen di negara-negara Afrika karena kekurangan air.Secara global juga masalahnya bukan hanya kuantitas ketersediaan air, tetapi juga kualitas. Di sungai-sungai air sudah terkena polusi berat sehingga tidak layak dipakai sebagai air minum, bahkan untuk keperluan pertanian, mandi, dan lainnya.Polusi di perairan tawar baik di sungai, danau maupun di dalam tanah di perkotaan bukan saja karena hasil buangan industri yang masuk ke sungai, tetapi juga sampah dari rumah tangga. Kalaupun dapat dipakai sebagai sumber air, perusahaan air minum untuk perkotaan harus mengeluarkan banyak uang untuk membersihkannya.Masalah air bertambah parah akhir-akhir ini karena adanya perubahan iklim, kerusakan lingkungan khususnya hutan dan penggunaan air yang tidak efisien serta pengambilan air dalam tanah yang melebihi kapasitas. Bahkan, banyak yang menduga kita akan kehabisan air bersih lebih cepat daripada kita akan kekurangan minyak dan gas bumi. Masalah air tidak bisa juga terlepas dari budaya kita dalam mengelola air. Oleh karena itu, budaya untuk air sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat lokal. Sebagai contoh, banyak masyarakat yang secara budaya dapat melestarikan air dan seisinya dengan cara adat. Pelestarian sungai, air dikeramatkan atau dilabeli suci adalah sesuatu yang umum di setiap masyarakat di Indonesia.Dalam hal perlakuan terhadap sumber daya sungai dan mata air, masyarakat mempunyai kearifan tradisional agar air dapat dikelola dengan baik. REFERENSI : http://www.shnews.co/detile-2976

Tidak ada komentar:

Posting Komentar