Laman

Minggu, 13 Oktober 2013

Perilaku Etika dalam Bisnis

Etika bisnis yang mempengaruhi perilaku etika
Bisnis memiliki beberapa definisi/ pengertian. Secara umum, bisnis mempunyai pengertian sebagai suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Bisnis juga bisa diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha atau sebuah aktifitas terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih, dengan tujuan memperoleh profit atau keuntungan atau manfaat dari kegiatan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan juga bahwa definisi/ pengertian bisnis adalah proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat dan keuntungan.
Lingkungan bisnis terdiri dari dua jenis, yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
ð  Lingkungan Internal, terdiri dari manajemen, modal, informasi, karyawan, pemegang saham, peralatan fisik, dsb.
ð  Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal bisnis terdiri dari dua jenis, yaitu lingkungan khusus dan l     ingkungan umum :
·                Lingkungan Khusus, terdiri dari konsumen, pesaing, pemasok dan kreditor.
Lingkungan Umum, terdiri dari kondisi ekonomi, politik, dan hukum, sosial budaya,demografi,serta teknologi dan kondisi globalisasi.
Bisnis dan Sistem Ekonomi
Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan profit. Di mana yang dimaksud dengan profit adalah perbedaan antara pendapatan suatu bisnis dan beban-bebannya.
Etika Bisnis
Secara harfiah, etika dapat diartikan sebagai kepercayaan tentang apa yang benar dan salah, baik atau buruk dalam tindakan yang mempengaruhi orang lain. Sedangkan perilaku etis adalah tingkah laku yang disesuaikan terhadap normal sosial yang diterima secara umum berkenaan dengan tindakan yang berguna dan berbahaya.
Terdapat 3 langkah sederhana untuk melakukan penilaian etika untuk situasi dalam aktifitas bisnis, yaitu :
a. Mengumpulkan informas yang relevan,
b. Mengalisa fakta- fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai
c. Membuat keputusan etik berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan dari kebijakan atau aktifitas yang dimaksud.
Tanggung jawab sosial merupakan penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan dan kesejahteraan sosial sebagai nilai sepadan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Sedangkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder, yaitu meliputi tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, investor, pemasok dan komunitas local dimana bisnis tersebut berada. Empat area tanggung jawab organisasi terdiri dari tanggung jawab ke depan terhadap lingkungannya, konsumen, karyawan dan investor.

2  Kesaling- tergantungan antara bisnis dan masyarakat
Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat. Ataupun etika hanya menjadi wilayah pribadi seseorang. Tetapi pada kenyataannya etika tetap saja masih berlaku dan banyak diterapkan di masyarakat itu sendiri. Bagaimana dengan di lingkungan perusahaan? Perusahaan juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yang cukup jelas dalam pengelolaannya. Ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.

Dua pandangan tanggung jawab sosial :
1. Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented)
Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.
2. Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial
Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.
Perilaku bisnis terhadap etika
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.

Perkembangan Etika Bisnis
Di akui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis ,mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif sampai menjadi status sebagai bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri. Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri. Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.
          Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.



Referensi:

Sabtu, 05 Oktober 2013

Etika Sebagai Tinjauan


A.  Pendahuluan
Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi.
Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atausudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila norma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga menuaskan semua pihak. Dalam menjalankan kode etik profesi, harus ada prinsip-prinsip yang harus diberlakukan dalam menjalani profesi tersebut.

1. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethossedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukanatau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :
1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

2. kumpulan asas atau nilai moral.
Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik

3. ilmu tentang yang baik atau buruk.
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai `tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.


Sedangkan menurut Maryani & Ludigdo (2000) Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Dalam etika, membahas tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk dalam etika:
a. Pengertian Baik
Seusatu hal dikatakan baiik bila iya mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
b. Segala yang tercela
Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.


2. Prinsip-prinsip Etika
Prinsip- prinsip perilaku professional tidak secara khusus dirumuskan oleh ikatan akuntan Indonesia tapi dianggap menjiwai kode perilaku akuntan Indonesia. Adapun prinsip- prisip etika yang merupakan landasan perilaku etika professional, menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :
a. Tanggung jawab : Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.

b. Kepentingan Masyarakat : Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.

c. Integritas : Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.

d. Objektivitas dan indepedensi : Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya.

e. Keseksamaan : Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.


3. Basis Teori Etika

a) Etika Deontologi
Yaitu Menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.
Tiga prinsip yang harus dipenuhi:
Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban. Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik.
Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.

b) EtikaTeleologi
Yaitu mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Misalnya, mencuri bagi etika teleologi tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan baik buruknya tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu.

4. Egoisme
Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari 'Aku adalah':. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai "dekat," dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.
Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.

Kata "egoisme" merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno - yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern - ego (εγώ) yang berarti "diri" atau "Saya", dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoism filosofis.







Referensi:

1. DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius
2. Lobbecke dan Arrens.1996.Etika Profesi
3. http://idshvoong.com/social-sciences/psychology/2292935-pengertian-egois/#ixzz2guIFKMIf
4. www.wikipedia.org/wiki/Egoisme

Jumat, 04 Oktober 2013

GAMBARAN UMUM ETIKA


1.      Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukanatau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :
1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu            kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
            2. kumpulan asas atau nilai moral.
Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik
            3. ilmu tentang yang baik atau buruk.     
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan  nilai-nilai `tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.
2.      Norma-norma Umum
Norma-norma umum adalah aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat. Norma Umum dibagi menjadi 3 bagian antara lain:
ð  Norma sopan santun, atau norma etiket, adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia, misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu, makan dan minum, duduk, berpakaian dan sebagainya. Norma ini lebih menyangkut tata cara lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.Norma ini tidak menentukan baik buruknya seseorang sebagai manusia. Karena, ia hanya menyangkut sikap dan perilaku lahiriah. Kendati perilaku dan sikap lahiriah bisa menentukan pribadi seseorang, tidak dengan sendirinya sikap ini menentukan sikap moral seseorang.
ð  Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini mencerminkan harapan, keinginan, dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik. Karena itu, ia mengikat semua anggota masyarakat tanpa kecuali.
ð  Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia. Norma moral lalu menjadi tolok ukur yang dipakai oleh masyarakat untuk menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia, entah sebagai anggota masyarakat ataupun sebagai orang dengan jabatan atau profesi tertentu. Norma moral diharapkan untuk dipatuhi oleh setiap orang tanpa mempedulikan sanksi atau hukuman -  karena memang norma moral tidak mengenal sanksi semacam itu.

·         Etika Deontologi
Yaitu menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. 
Tiga prinsip yang harus dipenuhi:
 Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.  Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
·    EtikaTeleologi
Yaitu mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Misalnya, mencuri bagi etika teleologi tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan baik buruknya tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu.


 kesimpulan: 
jadi gambaran umum etika itu prilaku kita dalam kehidupan sehari-hari atau dengan masyarakat lain. Manusia dituntun untuk menjalankan etikanya pada saat tertentu misalnya ketika kita berbicara yang sopan kepada  orang lain dan berprilaku baik terhadap orang lain. Patuhilah norma yang berlaku dalam adat istiadat maupun dalam lingkungan sekitar. Norma merupakan tolak ukur bagi kita untuk membatasi perbuatan buruk atau menghindari perbuatan maupun prilaku yang buruk, dengan adanya norma dalam kehidupan akan lebih teratur dan tertib. 









Sumber:
DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius.

Selasa, 25 Juni 2013

PASSIVE VOICE (KALIMAT PASIF) dan ACTIVE VOICE (KALIMAT AKTIF)

Passive voice (Kalimat Pasif)
Sebuah kalimat yang subjectnya dikenai suatu pekerjaan atau kalimat pada subject tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Ciri-ciri kalimat pasif adalah berawalan di- dan berawalan ter tergantung pada kalimatnya.

Active voice (Kalimat Aktif)
sebuah kalimat yang subjuctnya berbuat sesuatu atau melakukan suatu pekerjaan. Ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan me- dan beberapa memiliki awalan ber-.

Rumus Passive  and active Voice:
  • Subject + be + Verb3 + by + modifier
Contoh Kalimat Passive Voice:
  1. The Teacher enjoyed teaching the student (active)
  2. The students enjoyed being taught by the teacher (passive)
  3. you regretted that principal had to resign from office (active)
  4. it was regretted that the principal had to resign from office (passive)
  5. I consider her very pretty (active)
  6. she is considered very pretty (passive)
  • simple present tense
active: he meets them everyday
passive: we are met by him everyday
  • simple past tense 
active: she watered this plant this morning
passive: this plat was watered by her this morning
  • present perfect tense 
active: he had met them before I came
passive: they had been met by him before I came
  • simple future tense
active: the famers are going to harvest the crops next week
passive: the crops are going to be harvested by the famers next week
  • future perfect tense 
active: she would have met them
passive: they would have been met by him.
  • present countinous tense
active: he is meeting them now
passive: they are being met by him now
  • present countinous tense
active: Rina is watering this plat now
passive: this plat is being watered by her now
  • past continous tense
active: Nazril was meeting them
passive: they were being met by him
  • perfect continous tense
active: Bella has been watering this plat.
passive: this plat has been being watered by her.
  • past perfect continous tense
active: Uki had been meeting them
passive: they had been being met by him
  • future continous tense
active: Dania will be watering this plat
passive: this plant will be being watered by her
  • past future continous tense
active: Riko would be meeting them
passive: they would be being met by him
  • future perfect continous tense
active: Uti will have been watering this plant
passive: This plat will have been being watered by her.

Referensi:














Minggu, 26 Mei 2013

TUGAS SOFTSKILL

1.      This table is not sturdy enough to support a television, and that one probably isn’t neither.
       a. not sturdy enough
       b.to support
       c.that one
       d.neither

ANSWER :  D. Neither
PEMBAHASAN : “Tabel ini tidak cukup kuat untuk mendukung televisi, dan yang satu mungkin tidak baik” perhatikan kalimatnya dan simak terlebih dahulu. Kata either disini digunakan setelah negative auxiliary atau be dan diikuiti dengan either.
Ini adalah kalimat yang benar : “This table is not sturdy enough to support a television, and that one probably isn’t either”

2.      The bridge was hitting by a large ship during a sudden storm last week
      a. was hitting
      b. during
      c. sudden
      d. last

ANSWER : A.Was hitting
PEMBAHASAN : “  Jembatan itu memukul oleh kapal besar selama badai tiba-tiba minggu lalu” perhatiakn kalimat ini sangat janggal dibacanya .Pertanyaan diatas merupakan kalimat passive jadi seharusnya menggunakan “was hit” .
Ini adalah kalimat yang benar : “The brige was hit by a large ship during a sudden storm last week”.

3.      When an university formulates new regulations, it must relay its decision to the students and faculty
       a. an
       b. new regulation 
       c. it
       d. must relay

ANSWER : A. an
PEMBAHASAN : “  Ketika sebuah universitas merumuskan peraturan baru, harus  menyampaikan keputusannya untuk para mahasiswa dan fakultas”
Dalam kalimat ini seharusnya menggunakan “a” karena sesuai dengan bunyinya menjadi sebauah kalimat yang benar adalah sebagai berikut :
“When a university formulates new regulations, it must relay its decision to the students and faculty”.

4.      There is some scissors in the desk drawer in the bedroom if you need them.
       a  is
      b. scissors
      c. in
     d. them
ANSWER: A.is
Kalimat ini merupakan kalimat jamak kata “scissors” jadi seharusnya memakai tobe “are”
Ini adalah kalimat yang benar : “There are some scissors in the desk drawer in the bedroom if you need them”.


5.  There were so much people trying to leave the burning building that the police had a great deal of.
     a. there were
     b.much
     c.the burning
     d.had
ANSWER: B. Much
PEMBAHASAN :  Perhatikan soal diatas objek pada kalimat tersebut adalah orang yaitu benda yang dapat dihitung jadi seharusnya menggunakan kata “many” .
Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:
“ There were so many people trying to leave the burning building that the police had a great deal of”

Kamis, 18 April 2013

SOAL TOEFL DAN PEMBAHASANNYA

Pilihlah kalimat yang bergaris bawah ini yang salah atau harus dibetulkan untuk membentuk kalimat sempurna!

1. I use to play tennis when i was teenager

    a. Use
    b. Play
    c. When
    d. Was

Answer : A.Use
 Pembahasan :
Jika ada soal seperti ini mari kita simak dulu kalimatnya "saya use to bermain tennis ketika masih remaja". Jika use to tetap digunakan kalimat tersebut berarti "menggunakan bermain" kalimat ini tidak sesuai dong. Di dalam bahasa inggris untuk mengungkapkan pekerjaan/perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang pada masa lalu sekarang sudah tidak lagi. Kalimat ini menggunakan "use to" artinya dulu pernah melakukan itu. 

2. The scientist have invention computer that is almost human

    a. Scientist
    b. Have
    c. Invention
    d. That

Answer : C. Invention

Pembahasan :
"peneliti menemukan komputer yang bisa menggantikan manusia" 
invention disini adalah bentuk Noun yang artinya penemuan bukan bentuk verb yang diinginkan yang artinya menemukan atau invented.


3. I can't remember where do I put the new book

   a. Remember
   b. Do
   c. Put
   d. Book

Answer :  B. do
Pembahasan :
"saya tidak bisa mengingat dimana meletakan buku baru itu" 
kalimat meletakan kita tahu sudah terjadi, kemarin atau kapan jadi seharusnya menggunakan did.


4. I have the longer hair of all students in this room

   a. Have
   b. Longer
   c. Hair 
   d. Room

Answer : B. longer 
Pembahasan :
ini adalah superlative artinya kata yang menunjukkan sesuatu paling bagus, paling berkualiatas pokoknya yang paling paling deh. Yang perlu diingat dalam kalimat superlative adalah : 
digunakan The + akhiran est
Jadi seharusnya Longest.

5. All student  study English diligently inside the classroom

   a. Student 
   b. Study
   c. Diligently
   d. Inside

Answer : A. Student 
Pembahasan :
ini adalah kalimat plural karena All artinya banyak jadi, seharusnya student juga harus diikuti bentuk plural (students)

6.Platinum is harder than copper and is almost as pliable __________.

   a. gold
   b. than gold
   c. as gold
   d.  gold is

Answer : C (as gold)
Pembahsan :

cara yang benar untuk menyelesaikan perbandingan ini adalah dengan rumus : The as + adjective + as phrase

7. Many communities are dependent on groundwater __________ from wells for their water supply.

  a. that obtained
  b. obtained
  c. is obtained
  d. obtain it

Answer : B (obtained)
Pembahasan:
melengkapi kalimat yang berpartikel.The only correct way to complete this sentence is with a participle (obtained really means which is obtained).


8. Physical therapists help patients relearn how to use their bodies after disease or injure.
   
   a. relearn
   b. to use
   c. after
   d. injure
                                                                                                             
Answer : D (injure)
Pembahasan : A noun (injury), not a verb (injure), is required.
sebuah kata benda yang diperlukan yaitu ( injury) bukan kata kerja (injure).

9. Liquids take the shape of any container which in they are placed.
 
    a. the shape
    b. any
    c. which
    d. paced
                                                                                   
Answer : C (which)
Pembahasan : in The preposition must precede the relative pronoun: in which.
dalam kalimat preposisi harus mendahului kata ganti relatif: di mana.

10. The first recorded use of natural gas to light street lamps it was in the town of Frederick, New York, in 

      a. recorded
      b. light
      c. it was
      d. the town of


Answer : B (it was)
Pembahasan : The use of the pronoun subject it is unnecessary; it should be omitted.

dalam kalimat tersebut penggunaan kata ganti subjek itu tidak perlu, itu harus dihilangkan.

11. The French Quarter is the most famous and the most old section of New Orleans.

      a. the
      b. famous
      c. most old
      d. of


Answer : C (most old)
Pembahasan : The superlative form of a one-syllable adjective (old) is formed with the suffix -est: oldest.
Bentuk superlatif dari kata sifat satu suku kata (lama) dibentuk dengan akhiran-est: oldest

12.  Not only ____________________ places of beauty, but they also serve scientific and educational    purposes as well.



        a. are botanical gardens
        b.  botanical gardens to be 
        c.  botanical gardens are
       d. to be botanical gardens

Answer : A (are botanical gardens)
 Pembahasan : A main verb, such as are, is required to complete the clause (to be is not a main verb), and the subject and verb must be inverted because the clause begins with the negative phrase not only.
Sebuah kata kerja utama, seperti yang, diperlukan untuk menyelesaikan kalimat (untuk bukan kata kerja utama), dan subjek dan kata kerja harus terbalik karena klausa diawali dengan kalimat negatif tidak hanya.


13.  A number of the materials used in manufacturing paint are potential dangerous if mishandled.

      a. a number of
      b. are
      c. potensial
      d. if mishandled

Answer : C (potential)
Pembahasan : An adverb (potentially), not an adjective (potential), is needed.
dalam kalimat ini kata keterangan (potentially) bukan kata sifat (potential) yang diperlukan.

14. Bill Clinton, that won the 1992 presidential election, was formerlygovernor of the state of Arkansas.

       a. that
       b. presidential
       c. was formerlygovermor
       d. state

Answer : (A) that
Pembahasan : the correct answer is “who” because it’s explain adjective clause
jawaban yang benar adalah "who" karena menjelaskan klausa kata sifat.

15.  In 1791, Quebec was divided into two sections, Upper Canada and Lower Canada, _____________ were ruled by     elected assemblies.

         a. they both
         b. both of them
         c. in which both
         d. both of which

Answer : D (both of which)
Pembahasan : This choice correctly follows the pattern quantifier + of + relative pronoun.
dalam kalimat ini pilihan ini benar mengikuti poa quantifer + of + relative pronoun.


REFERENSI :